Search
24 April 2026
Perkuat Daya Saing Perikanan Tangkap, Kemenko Pangan dan Blue Ventures Indonesia Dorong Integrasi ke Sistem Pangan NasionalWakatobi, 23 April 2026 — Kementerian Koordinator Bidang Pangan melalui Kedeputian Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, khususnya Asisten Deputi Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Maritim, bekerja sama dengan Blue Ventures Indonesia menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Daya Saing Perikanan Tangkap Skala Kecil melalui Integrasi Rantai Nilai di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, pada 22–23 April 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat peran sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional, sekaligus mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).
Dalam kegiatan tersebut, hadir Bupati Wakatobi, Asisten Deputi Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut yang mewakili Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim, serta Asisten Deputi Pengembangan Perikanan Budidaya Kemenko Pangan. Turut hadir pula perwakilan Direktorat Prasarana dan Sarana Ditjen PDSPKP Kementerian Kelautan dan Perikanan, perwakilan Asisten Deputi Bidang Kemitraan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi, serta perwakilan Sekretariat Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional (BGN), bersama sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan mitra pembangunan.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim yang diwakili oleh Asisten Deputi Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut menyampaikan bahwa tantangan utama sektor perikanan tangkap saat ini tidak hanya terletak pada aspek produksi, tetapi juga pada penguatan pasca tangkap, peningkatan mutu produk, serta integrasi ke dalam rantai distribusi pangan nasional.
“Penguatan daya saing sumber daya maritim harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup peningkatan kualitas penanganan pasca tangkap, penerapan standar mutu dan keamanan pangan, serta integrasi produk perikanan ke dalam sistem distribusi pangan pemerintah,” ujarnya.
Lokakarya pada hari pertama menghadirkan pemangku kepentingan lintas sektor, mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha, koperasi nelayan, hingga mitra pembangunan. Kegiatan difokuskan pada penguatan koordinasi kebijakan serta sinkronisasi program dalam mendukung peningkatan nilai tambah dan akses pasar produk perikanan.
Sejumlah isu strategis yang dibahas dalam kegiatan ini meliputi penguatan kelembagaan koperasi nelayan sebagai agregator rantai pasok, penerapan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional (STELINA) untuk menjamin kualitas dan legalitas produk, serta pengembangan model integrasi produk perikanan ke dalam skema distribusi pangan pemerintah, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Bupati Wakatobi, H. Haliana, dalam kesempatan tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan sektor perikanan tangkap sebagai bagian dari sistem pangan nasional.
“Perikanan tangkap memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, kami berharap Wakatobi dapat menjadi model penguatan perikanan nasional,” ungkapnya.
Selain sesi diskusi pada hari pertama, kegiatan ini juga dilanjutkan dengan kunjungan lapangan pada hari kedua ke komunitas nelayan dan unit pengolahan ikan di Wakatobi guna melihat secara langsung kondisi aktual di lapangan terkait penanganan pasca tangkap dan penguatan kelembagaan pesisir.
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret dan rencana tindak lanjut kolaboratif dalam penguatan pasca tangkap, diversifikasi produk, serta perluasan akses pasar produk perikanan, sehingga mampu meningkatkan daya saing sumber daya maritim nasional secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Provinsi Sulawesi Tenggara diharapkan dapat menjadi pilot project dalam integrasi dua program strategis nasional, yakni Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai penguatan rantai produksi dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai penguatan rantai distribusi, yang terhubung dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai potensi pasar regional yang masif. Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem perikanan tangkap yang terstruktur dari hulu hingga hilir serta berkontribusi langsung terhadap penguatan sistem pangan nasional.
Unduh Lampiran : Lampiran