Search

Berita

Menko Pangan Pastikan Pupuk Subsidi Aman bagi Petani Sumsel


Menko Pangan Pastikan Pupuk Subsidi Aman bagi Petani Sumsel

01 Mei 2026

Menko Pangan Pastikan Pupuk Subsidi Aman bagi Petani Sumsel

Palembang - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan peninjauan sekaligus menghadiri acara Rembuk Tani di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Sumatera Selatan pada Jumat (1/5/2026) pagi.

Dalam acara tersebut, Zulhas menyempatkan melakukan tanya jawab kepada para petani terkait ketersediaan pupuk bersubsidi dan harga gabah padi.

Dia menjelaskan ketersediaan pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Sumsel dalam keadaan aman dan lancar. Saat ini juga harga pupuk bersubsidi dipangkas 20 persen atau diskon 20 persen.

"Untuk pupuk alhamdulillah stok lebih dari cukup, bahkan Pusri ekspor ke Australia," katanya saat acara Rembuk Tani di Palembang, Jumat (1/5/2026).

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun detikSumbagsel, alokasi pupuk bersubsidi di wilayah Sumsel pada tahun 2026 sebanyak 315 ribu ton dan telah terealisasi sebanyak 129 ribu ton per 30 April 2026. Sementara alokasi pupuk subsidi di Indonesia tahun 2026 sebanyak 9,84 juta ton.

Selain itu, untuk saat ini stok pupuk nasional berada di angka 1,1 juta ton. Sementara untuk stok di Sumsel per Kamis (30/4/2026) sebanyak 8.100 ton.

"Karena pupuk aturannya kita potong banyak yang mau kita pangkas, masa pupuk menjadi lancar. Dulu pupuk 6 juta satu tahun sekarang bisa terserap 9 juta. Dulu pupuk datang setelah panen, sekarang pupuk datang sebelum tanam, dampaknya produksi petani kita naik 8 persen dari peningkatan pupuk saja," ujarnya.

Zulhas juga menyampaikan saat ini Indonesia tidak lagi mengimpor beras dari Vietnam mau Thailand. Sebagai besar produksi beras di Indonesia dihasilkan dari wilayah Sumsel.

"2024 kita impor beras 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand, tahun 2025 kita tidak impor beras lagi kita surplus 4,2 juta, sebagai banyak dari Sumsel. Dulu harga gabah 3.500 sekarang sudah 6.500," tuturnya.

Zulhas juga menyempatkan untuk berinteraksi langsung dengan para petani yang ada di lokasi, kedatangannya juga disambut antusias para petani.

Dia mengapresiasi Pupuk Indonesia yang merubah sistem dari sistem cost-plus menjadi mark to market. Perubahan sistem tersebut membawa perubahan baru dan berhasil melakukan penghematan.

"Bisa menghemat 20 persen atau diskon 20 persen, dalam 5 tahun bisa membangun 7 pabrik baru, salah satunya di Sumsel," kata Zulhas.

"Jadi luar biasa terobosan-terobosan yang dilakukan pupuk Indonesia. Sehingga kita 5 atau 6 tahun mendatang Pupuk Indonesia menjadi produksi pupuk yang efisien, sehingga dapat membantu produktivitas petani kita agar lebih sejahtera," ujarnya.


Sumber Foto : Detik

Sumber Berita : Detik



#menteri-koordinator-bidang-pangan #pemerintah

124 Views